Di tengah situasi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan jangan terprovokasi oleh informasi-informasi yang belum tentu benar. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi yang disampaikan oleh BPBD dan BMKG.
Pengamat Gunung Api Anak Krakatau Muhammad Dika Nurzaman, di Serang, Sabtu, mengatakan erupsi tersebut terindikasi sebagai pancaran lava (lava fountain) yang mulai terjadi pada pukul 23.07 WIB dan masih terus berlanjut.
Secara akumulatif, gunung tersebut telah mengalami lebih dari 240 kali letusan sejak penetapan status siaga pada 2 Juli 2026. Dika menegaskan letusan ini bersumber dari kantong magma gunung itu sendiri sehingga tidak memicu aktivitas pada gunung api lain di Indonesia.