Erupsi yang terjadi pada pukul 21.40 malam hari itu juga memunculkan lava pijar yang terekam kamera pengawas (CCTV). Berdasarkan informasi Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi, erupsi terjadi dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena letusan berlangsung pada malam hari.
Erupsi tersebut juga disertai dentuman dan gemuruh yang mengejutkan warga di sejumlah daerah. Hingga Sabtu malam, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut masih berstatus Level II (Waspada).
Petugas Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi di Bukittinggi, Bilal Alegro, mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan agar tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.