NADIKABAR.COM — Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Senin (28/9) malam pukul 21.01 WIB. Peristiwa erupsi gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini juga disertai dengan kemunculan suara dentuman yang cukup keras.

Dilansir NadiKabar, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut bahwa suara dentuman tersebut merupakan hal yang wajar terjadi saat aktivitas erupsi gunung api. Dentuman yang terdengar pada pukul 21.02.22 WIB melalui video rekaman CCTV pemantauan tersebut bersumber dari proses letusan di kawah puncak Semeru.

"Suara dentuman karena terjadinya erupsi," kata Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Rita Susilawati, membenarkan dilansir NadiKabar.

Rita menambahkan, pelepasan energi berupa suara dentuman saat erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu tergantung pada karakteristik letusan.

"Biasa terjadi. Kadang erupsi Gunung api dapat disertai dengan dentuman kadang tidak," jelasnya.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru PVMBG, tinggi kolom abu akibat erupsi teramati mencapai kurang lebih 600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut. Intensitas abu berwarna putih hingga kelabu tersebut mengarah ke barat daya.

"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini ± 2 menit 9 detik," tulis laporan resmi PVMBG.