Sehari berikutnya, jumlahnya sedikit menurun menjadi 94 kali. Selain aktivitas kegempaan, pada 5 September 2026, secara visual teramati asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang. Asap tersebut teramati mencapai sekitar 100-300 meter di atas puncak.
Aktivitas kemudian mencapai angka tertinggi pada 6 September 2026, dengan 108 kali gempa letusan/erupsi dalam periode 00.00-24.00 WIB. Dengan catatan tersebut, total gempa letusan/erupsi Gunung Semeru selama 1-6 September 2026 mencapai 583 kali.
Sementara itu, aktivitas masih berlangsung pada 7 September 2026. Dalam laporan pengamatan periode 00.00-06.00 WIB, tercatat 30 kali gempa letusan/erupsi. Secara visual, Gunung Semeru teramati tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati.
Data aktivitas Gunung Semeru pada 7 September 2026 merupakan pembaruan hingga pukul 10.30 WIB. Data kegempaan yang digunakan berasal dari laporan pengamatan periode 00.00-06.00 WIB, sehingga belum mencakup aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam penuh.