NADIKABAR.COM — Guru Besar Keperawatan Anak dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI), Prof Dessie Wanda menekankan pentingnya edukasi kesehatan dalam pengasuhan bayi, terutama ketika keluarga masih berpegang pada kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.
"Saya menyoroti kasus bayi berusia 24 hari yang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya," kata Prof Dessie di Depok, Jawa Barat, Jumat.
Ia mengatakan kebiasaan yang diwariskan dari orang tua atau kakek-nenek kerap menjadi bagian dari cara keluarga merawat anak. Namun, tidak semua kebiasaan tersebut sesuai dengan kebutuhan kesehatan bayi.
Karena itu keluarga perlu memastikan bahwa praktik pengasuhan yang dilakukan aman dan sesuai dengan usia bayi.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan, kata dia, adalah pemberian makanan kepada bayi. Telur mentah, misalnya, berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi. Pemberian makanan kepada bayi perlu mengikuti rekomendasi kesehatan sesuai usia dan kondisinya.
Melalui Klaster Riset Ethno-Nursing and Cultural Care, UI terus mengembangkan kajian keperawatan yang memperhatikan keragaman sosial dan budaya masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan yang peka terhadap budaya sekaligus mengutamakan keselamatan pasien.