"Se-apa pun gimana proses terjadinya anak-anak, tidak boleh ada pemukulan. Jadi kita melarang seperti itu, dan kita selalu mensosialisasikan, jangan terjadi semacam bullying. Ini kan nanti jadi bullying," ungkapnya.
Mujiono memastikan pihaknya akan memanggil Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru yang diduga melakukan kekerasan kepada siswa.
"Jadi kita besok insya Allah akan kita selesaikan. Kita panggil kepala sekolah dan gurunya. Setelah itu kita juga memfasilitasi, kita temukan kepala sekolah dengan orang tua dan anak-anak, saling memaafkan, ya. Supaya jangan terjadi lagi ke depannya. Bukan hanya di sekolah ini, di sekolah yang lainnya juga jangan terjadi hal seperti ini," katanya.
Selain pemukulan, Mujiono mengatakan, guru tersebut juga menghukum siswa-siswi dengan menyuruh squat-jump sebanyak 100 kali.
"Tadi yang melapor ada 10 anak. Kejadiannya seperti itu, ya. Dan insya Allah kita selesaikan, ya. Untuk luka tidak ada. Hanya tadi ada semacam anak disuruh squat jump rame-rame, pegang telinga, gitu. Ada yang dipakai buku di pipinya (dipukul). Jadi nanti kita selesaikan itu," katanya.
Mujiono berharap pihaknya bisa mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah.
"Kami Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan akan menyelesaikan masalah ini secepatnya, dan insyaAllah besok kepala sekolah dan guru yang telah dikatakan menindak siswa yang tidak seharusnya dilakukan akan kita panggil. Dan insya Allah, kami mohon doanya supaya masalah ini cepat terselesaikan," tutupnya.