"Lima guru sudah pulang semua. Sementara ranap (rawat inap) 3, lainnya masih observasi dan nanti sudah boleh pulang," kata Joko kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem yang melayani MBG di sekolah tersebut meminta maaf. Biaya perawatan siswa yang diduga keracunan juga ditanggung.
"Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban," kata Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, saat dihubungi NadiKabar lewat telepon, Kamis (3/9/2026).
"Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi total. Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan," imbuhnya.