Selain aspek teknis, indikator keberhasilan program ini terletak pada transfer "budaya industri" Tatang menekankan bahwa selama di Jerman, para guru tidak hanya belajar, tetapi juga bekerja.
Para guru diminta dapat mengambil prinsip-prinsip profesionalisme dan kedisiplinan dari sistem kerja di Jerman. Nantinya budaya tersebut bisa ditularkan kepada siswa.
"Dan yang paling penting ini magang, kalau magang artinya mereka juga bekerja gitu. Jadi Ibu Bapak guru tuh bekerja, sehingga mereka tahu betul bahwa budaya industri itu harus begini gitu ya. Jadi bahwa di negara yang sebebas Jerman pun kedisiplinan, profesionalisme itu menjadi kata kunci," kata Tatang.
Sebagai informasi tambahan, program Magang Guru SMK ke Luar Negeri ini terbuka untuk guru di sekolah negeri maupun swasta. 50 peserta ini adalah guru terbaik yang memiliki skill sesuai dengan bidang yang difokuskan.
Seleksi guru dilakukan selama dua bulan. Ada dua piliha tempat magang yang bisa mereka ikuti yakni Technical University (TU) of Dresden (34 guru) dan Festo Germany (16 guru). Adapun lama magang berlangsung tiga bulan.