"Realisasi tersebut telah melampaui separuh dari target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yaitu sebanyak 20 ribu penerima manfaat," ujar Arief.

Kendati demikian, Arief menegaskan bahwa fokus pembenahan sektor pendidikan tidak hanya sebatas pada jenjang perguruan tinggi. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana di tingkat dasar dan menengah turut menjadi prioritas utama.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Jember mencatat sebanyak 124 satuan pendidikan telah rampung menjalani proses revitalisasi. Penguatan fasilitas sekolah ini terus berlanjut pada tahun 2026, di mana sebanyak 256 lembaga pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menurut Arief, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem belajar yang nyaman dan kondusif bagi para siswa.

"Pendidikan bukan sekadar membantu anak-anak untuk bisa melanjutkan kuliah, melainkan juga memastikan mereka dapat mengenyam ilmu di lingkungan belajar yang jauh lebih baik. Kami ingin anak-anak Jember terus melangkah lebih jauh dan meraih masa depan mereka," tegasnya.