Gus Ipul berharap gedung SRT Ngawi 1 dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mendukung pelaksanaan program sekolah rakyat yang menjadi program strategis nasional.

Ia menjelaskan, sekolah rakyat merupakan sekolah berasrama atau boarding school yang tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pendidikan karakter. Karena itu, kepala sekolah memiliki tanggung jawab dalam mengelola kegiatan pendidikan dan pembinaan siswa selama 24 jam.

Saat ini, posisi kepala sekolah dan tenaga pendidik SRT Ngawi 1 masih dalam tahap seleksi. Proses tersebut ditargetkan selesai pada awal Oktober mendatang. Pihaknya juga meminta kepala daerah setempat ikut mengawasi, membimbing, dan memberikan penguatan dalam bentuk apa pun.

Ia menjelaskan, secara nasional hingga kini telah ada 182 titik sekolah rakyat yang telah beroperasi di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke. Dari jumlah itu, sebanyak 93 sekolah rakyat di antaranya telah menggunakan gedung permanen sedangkan sisanya masih memakai gedung sementara sambil menunggu proses pembangunan pada tahap berikutnya.