NADIKABAR.COM — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) resmi melantik M Hasan Chabibie sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos. Hasan menggantikan posisi Robben Rico yang kini dirotasi menjadi Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial.

Upacara pelantikan ini digelar di lobi kantor Kemensos, Jakarta Acara turut disaksikan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Fauzan, serta jajaran pejabat eselon I dan II Kemensos.

Usai prosesi pelantikan, Gus Ipul berpesan bahwa jabatan bersifat sementara dan pergantian pejabat merupakan hal biasa. Sebab, jabatan bukan milik pribadi melainkan amanah yang dititipkan untuk sementara waktu.

"Dan suatu saat pasti akan dikembalikan. Karena itu yang terpenting bukan berapa lama kita menjabat, tetapi apa yang kita tinggalkan setelah tidak lagi menjabat," tutur Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

Secara khusus, Gus Ipul mengibaratkan posisi Sekjen sebagai jantung organisasi. Jika jantung sehat, seluruh tubuh organisasi akan bergerak dengan baik dan optimal.

Untuk itu, Gus Ipul berharap pergantian ini membawa hasil nyata berupa peningkatan kecepatan kerja, kualitas keputusan, ketertiban administrasi, dan pelayanan masyarakat.

Ia berpesan agar mempertahankan warisan kinerja yang baik dari pendahulu dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

"Jadi yang lama-lama yang baik dipertahankan, ditingkatkan. Yang kurang-kurang diperbaiki. Kepada Pak Robben Rico, atas nama pribadi, pimpinan, dan seluruh keluarga besar kemimpinan sosial, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi," ucapnya.

Gus Ipul berharap perubahan yang terjadi hari ini membawa hasil nyata. Pergantian ini bukan sekadar mengganti orang, melainkan bagian dari penyesuaian strategi organisasi.

"Saya tidak ingin pergantian hanya mengubah nama di pintu ruangan, tetapi cara kerja tetap sama. Perubahan harus terasa dalam kecepatan kerja, kualitas keputusan, ketertiban administrasi, dan yang paling penting dalam pelayanan kepada yang lain," ujarnya.

Gus Ipul juga menitipkan lima arahan utama kepada seluruh jajaran Kemensos. Arahan pertama adalah menjaga integritas tanpa kompromi terhadap tindak pidana korupsi.

Arahan kedua, jajaran Kemensos didorong untuk membangun ekosistem kerja baru yang terbuka, egaliter, responsif, dan produktif. Ketiga, menjalankan mandat konstitusi melalui eksekusi program presiden seperti Bansos, Graduasi, dan Sekolah Rakyat.

Pesan keempat yakni melakukan konsolidasi satuan kerja terpadu dengan menghilangkan ego sektoral. Sementara arahan kelima, Kemensos diminta terus menjaga kemitraan eksternal dengan DPR, kementerian/lembaga lain, dan aparat penegak hukum.

"Nama baik Kementerian Sosial adalah tanggung jawab bersama, dan Sekjen berada di garis depannya. Kelima hal tersebut saya minta betul menjadi perhatian," tegasnya.

Kepada Hasan Chabibie yang baru bertugas, Gus Ipul secara spesifik menginstruksikan perbaikan tata kelola keuangan dan aset. Tujuannya guna mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan menindaklanjuti temuan BPK.

Manajemen ASN berbasis meritokrasi juga menjadi sorotan tajam. Gus Ipul meminta jajarannya disiplin dan tidak berkompromi terhadap pelanggaran berat, termasuk keterlibatan ASN dalam judi online.

"Sederhanakan proses, percepat layanan, dan manfaatkan teknologi untuk efisiensi dan pengawasan. Sampaikan kinerja secara terbuka dan respons isu dengan data, bukan dengan asumsi," pesan Gus Ipul.

Terakhir, ia meminta seluruh pejabat dan pegawai Kemensos untuk mendukung penuh Sekjen yang baru demi keberhasilan bersama dalam melayani rakyat.

"Kerja kita di sini adalah untuk rakyat yang paling membutuhkan. Yaitu keluarga miskin, anak-anak yang ingin sekolah, lansia, penyandang disabilitas, dan yang selama ini belum tersentuh negara," pungkasnya.