Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa pelatihan untuk wali asuh dan wali asrama bertujuan agar mereka mampu menjalankan tugas dengan baik, benar, terukur, dan mendampingi siswa sampai lulus. Sekolah Rakyat bersifat boarding school atau asrama sehingga siswa tidak hanya mendapatkan edukasi secara umum, namun juga dibentuk karakternya.
"Ada pendidikan keasramaan, ada pendidikan sekolah pada umumnya. Dua-duanya dikombinasikan untuk membentuk siswa sekolah rakyat agar lebih percaya diri, menatap masa depan, memiliki ilmu yang cukup pintar, berkarakter dan yang terakhir punya keterampilan," pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo dan Plt. Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kemensos Afrizon Tanjung. Selain itu, turut hadir pula Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik serta pejabat terkait lainnya.