Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul menuturkan Muktamar menghasilkan sejumlah keputusan penting khususnya dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
"Bapak Presiden yang kami hormati, Muktamar ini juga menghasilkan keputusan penting yang memberi warna baru dalam pemilihan Ketua Umum PBNU, Ketua Umum tidak lagi dipilih langsung dengan mekanisme One Man One Vote," sambung Gus Ipul.
Dia menguraikan, setiap wilayah dan cabang memilih suara mengusulkan sekurang-kurangnya satu dan sebanyak-banyaknya lima nama. Lima nama dengan perolehan suara terbanyak kemudian disampaikan kepada Rais Aam trepilih untuk dimusyawarahkan bersama AHWA dalam menentukan Ketua Umum PBNU.
"Mekanisme ini sekaligus meneguhkan kembali supremasi Syuriyah dalam jam'iyyah NU bahwa pemimpin tertinggi dalam jam'iyyah Nahdlatul Ulama adalah Syuriyah di bawah kepemimpinan Rais Aam," kata Gus Ipul menguraikan.