Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki sejumlah fungsi mencakup edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan. Dalam hal ini, diperlukan SDM yang disiplin, memegang kode etik, dan memiliki empati, terlebih tak sedikit siswa datang dari keluarga yang tidak mampu pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sehingga memerlukan pendampingan dengan penuh empati dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat. Intinya SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Pak Presiden," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengingatkan para SDM Sekolah Rakyat tentang tiga dosa besar pendidikan, yaitu perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi atau radikalisme.

Ia menyatakan tak akan segan memberi sanksi kepada SDM Sekolah Rakyat yang melanggar. Para SDM Sekolah Rakyat pun kemudian berikrar bersama untuk menghindari ketiga hal tersebut.