"Kita kalau sampai pagi, tempat duduk itu hampir masih penuh juga. Ini yang mengherankan saya. Ini kok betah ini yang nggak program ikut juga duduk mendengarkan. Ini barangkali para muktamirin nggak begitu menyadari saking keasyikannya. Nah, ini karena muktamarnya di Pondok Tambakberas ini barangkali," terangnya.

Di usia NU yang memasuki abad kedua, Gus Kikin berharap bisa berkolaborasi dengan pemerintahan Presiden Prabowo untuk menggalang persaudaraan dan persatuan bangsa. Tentunya dengan modal Qanun Asasi yang ditulis Syekh KH Hasyim Asy'ari.

"Kita bisa menjadikan Indonesia nanti ke depan lagi, paling tidak bagi NU itu di grassroot-nya, NU yang punya basis massa cukup besar ini mudah-mudahan bisa dijadikan masyarakat yang lebih tenang, masyarakat yang lebih guyub. Supaya kita semuanya termasuk NU juga nanti ke depan menjadi satu organisasi yang lebih guyub, bersatu, dan dengan tujuan yang utama adalah untuk khidmat kepada masyarakat, untuk kemaslahatan umat yang kita miliki ini," tandasnya.