"Betul, betul. Itu memang NU itu didirikan memang sangat inklusif..Jadi kita kembali lagi di sini," tuturnya.
Untuk arah kepengurusan ke depan, Gus Kikin menyoroti sejumlah bidang yang akan menjadi perhatian, mulai dari pembangunan sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi, hingga pengelolaan tanah milik NU. Ia mengatakan berbagai agenda tersebut akan dikaji dengan mengacu pada Qanun Asasi.
"Ada di pembangunan SDM, itu ada di buku Qanun Asasi itu. Nah ini, nanti kita pertimbangkan semuanya supaya semuanya itu nanti bisa berjalan bagus, jadi SDM-nya bagus, dan kemudian yang lain-lain, ekonomi juga itu kita optimalkan, bagaimana ekonomi kita, tanah juga di NU ini," katanya.
Ia kembali menekankan nilai keterbukaan dan persatuan menjadi bagian penting dalam prinsip NU. Hal tersebut, menurutnya, juga tercermin dalam Qanun Asasi.
"Jadi buku di situ itu nampak bahwa NU itu di buku itu sangat-sangat inklusif, terbuka. Nah itu nanti ada persyaratannya, bagaimana masuk ke dalam NU, nah di situ itu kita harus bersatu. Kemudian tidak ada kebersamaan, itu inti dari NU," pungkasnya.