NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres merasa "sangat terkejut" atas kematian seorang staf PBB saat berada dalam tahanan pihak Houthi di Yaman.

"Saya tetap sangat prihatin terhadap keselamatan dan kondisi personel PBB, mantan staf PBB, serta anggota organisasi kemanusiaan dan masyarakat sipil yang masih ditahan," kata Guterres dalam pernyataannya di platform X, Sabtu (31/10).

Staf tersebut bernama Mohammed Ibrahim al-Shami, yang bekerja di Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR). Al-Hami telah ditahan secara sewenang-wenang oleh Houthi sejak 6 Juni 2024.

Guterres mengatakan al-Shami merupakan pegawai kedua dari PBB meninggal saat ditahan kelompok Houthi.

Staf pertama PBB yang meninggal dalam tahanan Houthi adalah Ahmed Ba'alawi, seorang staf nasional Program Pangan Dunia (WFO).

Ba'alawi ditahan secara sewenang-wenang oleh otoritas setempat di wilayah utara Yaman sejak 23 Januari 2025 dan meninggal dunia pada 11 Februari 2025.

Yaman dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa.

Peristiwa tersebut mendorong intervensi militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Konflik tersebut telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan