NADIKABAR.COM — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin berseloroh KPU sering kesetrum karena tak pernah didoakan dan dirayakan hari jadinya setiap tahunnya. Afif mengatakan perhelatan hari ulang tahun KPU baru dilakukan hari ini dan langsung untuk usia yang ke-73 tahun.
"Kita semua pada pagi hari ini bisa hadir di satu kegiatan yang selama 73 tahun belum pernah kita helat. Kegiatan yang selama ini belum pernah kita laksanakan. Maka saya sering berkelakar, memang KPU ini nggak pernah didoakan tiap tahunnya makanya sering kesetrum. Sering dianggap ini itu dan seterusnya, saking luar biasanya apa yang sama-sama kita saksikan pada hari ini," kata M Afifuddin dalam sambutannya di acara Talkshow Spesial Hari Lahir KPU ke-73 di Gedung KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026).
Afif mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang menghadiri acara bertajuk refleksi perjalanan KPU dan demokrasi ini. Dia mengatakan KPU merupakan rumah untuk menjaga demokrasi.
"Pertemuan di mana kita bertemu para senior kita, para pendahulu kita. Tanpa Bapak, Ibu sekalian para senior, belum tentu kami semua di sini, belum tentu KPU punya sejarah seperti hari ini. KPU adalah rumah kita semua, rumah kita untuk menjaga demokrasi," ujarnya.
Dia mengatakan ada perbedatan kapan ulang tahun KPU hingga akhirnya dipilih tanggal 7 November. Dia menyakini para pendahulu dan senior KPU sepakat bahwa selama KPU menjadi lembaga yang menyelenggarakan pemilu, maka wajib menjaga lembaga ini dengan baik.
"Nah, sebagai informasi ke Bapak, Ibu sekalian, alhamdulillah KPU periode ini pertama kita memberanikan diri, mengikhtiarkan diri untuk kemudian memilih tanggal 7 November sebagai hari ulang tahun kita. Hanya kalaupun jejak sejarah itu menjadi dasaran, selebihnya adalah kita menciptakan momentum untuk silaturahim seperti ini. Berdoa bersama, merefleksikan apa-apa yang sudah kita lakukan, merencanakan apa-apa yang akan kita lakukan," ujarnya.
Afif mengatakan Wisma PPI yang akan digunakan untuk Museum Perjalanan Pemilu kini sudah bisa dipakai. Dia mempersilakan jika ada yang mau menyumbangkan barang berharganya untuk menjadi koleksi di museum tersebut.
"Kita tentu tidak perlu dipuja-puji berlebihan, apa yang kita lakukan sejatinya tidak ada peristiwa masa lalu nama-nama sistem-sistem yang kita lupakan. Semua kita upayakan untuk semakin baik," kata Afif.
"Jadi kita semua memelihara dan apa yang kita lakukan ini ngumpulke balung yang berserakan, mengumpulkan jejak-jejak yang sudah ke mana-mana, kita bisa silaturahim dengan para senior, kita bisa silaturahim dengan teman-teman kabupaten, provinsi, dan seterusnya," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Afifuddin juga berseloroh akan memberikan akses penuh Bawaslu ke KPU yang disambut tawa semua peserta talkshow. Seloroh itu disampaikan Afif saat menyapa anggota Bawaslu Totok Hariyono yang mewakili Ketua Bawaslu Rahmat Bagja.
"Yang sama-sama kita hormati Mas Totok, Anggota Bawaslu, kaum muhajirin dari KPU ke Bawaslu. Dulu KPU Kabupaten Pemalang. Jadi kalau Mas Totok keras-keras, kayak ga pernah di kpu aja. Di sini kabupaten/kota provinsi tuh banyak kaum muhajirin dan kaum anshor juga. Hijrah dari KPU ke Bawaslu, Bawaslu ke KPU. Muter aja terus. Kita pastikan Bawaslu dimudahkan dan mendapatkan akses penuh ke KPU," ujar Afifuddin.