NADIKABAR.COM — Kekalahan bisa membuat sebuah tim sepak bola berantakan. Itulah yang terjadi dengan Manchester United setelah dikalahkan Como dalam lanjutan Liga Champions, Kamis (22/10).

Bertandang ke Stadion Giuseppe Sinigaglia, MU berharap dapat hasil positif guna mengakhiri tren buruk sejak pertengahan bulan lalu.

Harapan sirna setelah menit demi menit dalam pertandingan berlalu. Bahkan sebelum wasit Sven Jablonski meniup peluit akhir, kedudukan dengan margin besar sudah terpampang di papan skor.

Bruno Fernandes yang ditarik pada menit ke-67 sempat mempertanyakan taktik tim pelatih.

"Itu adalah keputusan dari staf untuk tidak menekan man to man dan kadang jadi menyisakan ruang di belakang," kata Fernandes dilansir dari ESPN.

Menjawab komentar Fernandes yang diungkap wartawan di konferensi pers, Carrick pun memberi balasan.

"Kami sebenarnya melakukan half pressed man to man pada babak kedua dan kemudian kebobolan dari situ. Sistem apa pun yang Anda mainkan, taktik apa pun yang Anda mainkan, kalau Anda tidak berlari, Anda tidak mau lari ke depan atau ke belakang, maka Anda tidak akan menang," kata Carrick.

Perbedaan pandangan dua sosok penting di klub MU itu pun jadi sorotan media. Hal ini lumrah karena kian menunjukkan situasi The Red Devils yang goyah setelah sekitar satu setengah bulan tidak pernah menang.

Carrick pun menjelaskan skuadnya harus tetap bermain baik demi klub, bukan untuk dirinya.

"Ini bukan soal main buat saya, ini soal bermain untuk klub sepak bola ini. Itu adalah tanggung jawab yang ada. Jika saya di posisi itu, saya bertanggung jawab untuk klub sepak bola dan para suporter, saya memberikan yang terbaik," tukasnya.