Integrasi tersebut diperlukan agar berbagai domain dalam operasi dapat menggunakan basis data yang sama sehingga dapat dioperasikan secara lebih terpadu.
Selain kemampuan teknologi, Wastum menilai industri pertahanan perlu meningkatkan kemampuan pemeliharaan untuk menjamin kesiapan dan keberlanjutan pengoperasian sistem pertahanan dalam jangka panjang.
"Karenanya kolaborasi TNI AU, industri pertahanan, lembaga riset, dan perguruan tinggi perlu diperkuat sejak perumusan kebutuhan hingga produksi dan sustainment (keberlanjutan dukungan)," katanya.
Menurut dia, kolaborasi sejak tahap perumusan kebutuhan diperlukan agar pengembangan teknologi pertahanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI AU.