Menurutnya, kepastian aturan diperlukan agar seluruh pihak, termasuk perusahaan transportasi dan logistik, dapat menyesuaikan jadwal operasional sejak dini. Dengan demikian, potensi gesekan akibat penerapan pembatasan angkutan barang dapat diminimalkan.
Lebih lanjut, Pemimpin Korlantas Polri itu juga menyoroti pentingnya simulasi terhadap sejumlah infrastruktur dan jalur transportasi yang akan mendukung kelancaran Nataru.
Beberapa di antaranya adalah Tol Japek II Selatan, ruas Yogyakarta–Solo, serta jalur penyeberangan Ciwandan–Bandar Bakau Jaya (BBJ).
Menurut Aries, pelaksanaan pengamanan Nataru sekaligus menjadi kesempatan untuk menguji kesiapan berbagai skenario pengaturan lalu lintas dan pelayanan masyarakat sebelum menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2027.