NADIKABAR.COM — Pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, disebut terlalu obesesif atau ambisius mengalahkan Veda Ega Pratama dan Brian Uriarte.
Hakim bersaing ketat dengan Veda dan Uriarte dalam Moto3 Malaysia 2026, Minggu (1/11). Hal ini pula yang membuat Hakim melebar pada lap terakhir sehingga finis di posisi keempat.
Hal tersebut disampaikan Zulfahmi Khairudin, yang melatih Hakim sejak 2020. Menurut Zulfahmi, Hakim terlalu banyak memikirkan rival sehingga tampil kurang maksimal.
"Ketika dia terlalu banyak memikirkan Veda Ega atau Brian Uriarte, dia kehilangan fokus. Jika dia bisa fokus pada satu balapan dalam satu waktu, pada akhirnya poin akan menunjukkan posisinya," kata Zulfahmi.
"Kita semua tahu bahwa Danish memiliki potensi yang sangat besar, tetapi sebagai pemain rookie, sangat sulit untuk konsisten," ujarnya dilansir dari New Strait Times, Senin (2/11).
Namun, Zulhami menilai, fokus Hakim meningkat tajam selama Moto3 2026. Performa Hakim memang sempat moncer di awal musim, tetapi kemudian menurun pada pertengahan musim.
"Saya percaya sekarang adalah waktu bagi kita untuk fokus menjalani setiap balapan satu per satu daripada terlalu memikirkan kejuaraan, yang memberi terlalu banyak tekanan padanya."
"Ketika kita menjalani semuanya satu balapan demi satu balapan, seperti yang kita lakukan di Sepang ini, dia [Hakim Danish] jauh lebih baik," ucap Zulfahmi menganalisis.
Kini tersisa tiga sesi lagi, yakni Qatar, Portugal, dan Valencia. Saat ini Hakim berada di peringkat kesembilan klasemen sementara, tetapi berpotensi naik dalam sisa balapan musim ini.