NADIKABAR.COM — Akibat aktivitas erupsi vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta memperpanjang masa penutupan operasional penerbangan hingga pukul 21.30 WIB. Selain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II dan Bandara Husein Sastranegara juga masih dalam penutupan operasional.

Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu juga ditutup sementara. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pembatalan penerbangan komersial berdampak pada sekitar 150.000 penumpang, dengan 467 penerbangan yang terdampak.

NadiKabar telah merangkum, Minggu (6/9/2026) beberapa hal yang bisa traveler lakukan bila penerbanganmu terdampak penutupan operasional bandara.

Traveler harus berpikir dalam mode sadar, karena erupsi Anak Krakatau bagian dari bencana alam yang tidak bisa dikontrol manusia.

Traveler bisa memeriksa jadwal dan status penerbangan melalui website atau media sosial maskapai yang kamu pilih. Hubungi juga layanan Call Center maskapai untuk informasi lebih jelasnya.

Tentu saja traveler lelah dengan status yang tidak pasti dan perpanjangan penutupan bandara. Apalagi kamu yang datang ke bandara saat dini hari. Pasti kurang tidur dan pikiran juga lelah, kan?

Kamu harus tetap memenuhi tubuh mu dengan makan makanan bergizi dan cukup minum. Harus kuat menghadapi kondisi apapun!

Bila maskapai memberi pilihan untuk reschedule atau refund tiket pesawat, kamu jangan ragu untuk memilihnya. Jika waktu luang mu banyak, mungkin pilihan reschedule bisa jadi opsi. Namun bila kamu harus berangkat cepat, pilihlah refund tiket dan pilih penerbangan atau transportasi alternatif.

Hingga sore ini, Minggu (6/9/2026) Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II dan Bandara Husein Sastranegara masih dalam penutupan operasional, sebagai imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Traveler yang butuh konektifitas, bisa menuju bandara alternatif yang beroperasi normal.

Dalam akun instagramnya, Injourney Airport membagikan 7 bandara alternatif yang dapat digunakan para penumpang yang terdampak erupsi.

Selain jalur udara, traveler juga bisa memilih perjalanan alternatif dengan kereta api. Pihak KAI mengatakan bahwa mereka terus memantau kondisi operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi petugas di lapangan terus dilakukan untuk menjaga perjalanan pelanggan tetap aman dan nyaman.

KAI terus melakukan pemantauan kondisi terkini serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BMKG serta PVMBG, lembaga yang melakukan pemantauan aktivitas gunung api di Indonesia.