NADIKABAR.COM — Pada bulan Oktober, dekorasi Halloween seperti labu berwajah seram, jaring laba-laba, tengkorak, kelelawar, penyihir, dan kucing hitam yang didominasi warna hitam dan oranye mulai menghiasi berbagai tempat perbelanjaan.
Melihat ornamen khas Halloween tersebut mungkin membuat banyak orang bertanya-tanya, kapan sebenarnya Halloween tahun ini dirayakan?
Mengetahui kapan Halloween di tahun 2026 ini dirayakan penting sebelum mempersiapkan perayaannya. Ada banyak cara untuk memperingatinya, bisa dengan pesta kostum, menonton film horor, makan-makan, atau trick or treating.
Kabar baiknya, Halloween tahun ini jatuh di hari Sabtu, 31 Oktober. Perayaan Halloween yang bertepatan dengan akhir pekan membuat orang-orang punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan perayaannya. Orang-orang juga lebih lega karena bisa merayakannya tanpa memikirkan pekerjaan atau jadwal sekolah yang akan bentrok.
Persiapan untuk menyambut Halloween sudah bisa dimulai dari sekarang agar lebih maksimal. Anda bisa memulainya dari memilih kostum bertema Halloween, menghias rumah dengan dekorasi Halloween, atau menyiapkan acara kumpul-kumpul bersama teman dan keluarga.
Halloween terakhir kali jatuh di hari Sabtu pada tahun 2020. Lalu, kembali lagi dirayakan pada hari Sabtu di tahun ini. Dan setelah itu, hari Halloween akan datang lagi di hari Sabtu 11 tahun mendatang atau di tahun 2037. Oleh karena itu, berbahagialah untuk merayakan Halloween tahun ini yang jatuh di hari Sabtu.
Mengutip dari Vogue, sejarah Halloween sudah ada dari 2.000 tahun lalu sejak bangsa Kelt merayakan festival Samhain. Perayaan tersebut bertujuan untuk menandai berakhirnya musim panen dan dimulainya musim dingin.
Festival Samhain biasanya berlangsung pada 31 Oktober dengan kegiatan menyalakan api unggun, memainkan musik, menari, dan makan bersama.
Perayaan ini bukan hanya untuk bersenang-senang dan berkumpul, tetapi juga berhubungan dengan kepercayaan tentang kehidupan dan kematian. Ketika musim dingin, malam terasa lebih lama dan siang semakin cepat.
Bangsa Kelt percaya di waktu tersebut batas antara dunia orang hidup dan dunia orang mati menjadi lebih tipis. Mereka juga meyakini bahwa arwah orang yang sudah meninggal bisa kembali untuk mengunjungi orang-orang yang masih hidup.
Tradisi menggunakan kostum saat Halloween ternyata berkaitan dengan sejarah tersebut.
Keyakinan bangsa Kelt terhadap roh yang berkeliaran pada malam hari saat festival Samhain membuat mereka melakukan penyamaran dengan menggunakan kostum. Mereka percaya menggunakan kostum bisa membuat mereka terhindar dari arwah seram.
Halloween terkenal dengan cerita seramnya yang sampai saat ini masih beredar, meskipun banyak di antaranya yang tidak mempunyai bukti kuat.
Salah satu cerita yang populer adalah sekte pemuja setan yang katanya mengorbankan kucing hitam saat Halloween. Mengutip dari National Geographic, para ahli mengatakan bahwa bukti tentang cerita tersebut sangat minim. Beberapa kasus penyiksaan kucing hitam memang pernah terjadi, tapi dilakukan oleh remaja bukan sekte pemuja setan.
Ada juga cerita lain yang tersebar tentang permen Halloween yang sengaja dicampur racun, jarum, atau silet. Rumor ini membuat banyak orang tua jadi khawatir anak-anak mereka terluka setelah mengumpulkan permen dari trick or treating.
Pernah ada yang meneliti kebenaran dari desas desus permen Halloween yang berbahaya. Namun, tidak ada laporan terverifikasi tentang anak yang meninggal atau terluka parah akibat permen yang didapatkan saat trick or treating.