Kapal yang biasanya mengandalkan Sungai Barito sebagai jalur transportasi harus memperlambat perjalanan, mencari bagian alur yang masih memungkinkan dilalui, bahkan tertahan ketika kedalaman air tidak lagi mencukupi.
"Dampaknya ikut dirasakan pada aktivitas distribusi. Sungai Barito selama ini menjadi salah satu jalur penting bagi pergerakan barang dan kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar aliran sungai," tambahnya.
Jika kondisi surut terus berlanjut, gangguan terhadap transportasi air dikhawatirkan semakin meluas. Pendangkalan juga berpotensi membuat ruang gerak kapal semakin terbatas, terutama bagi armada berukuran besar.