NADIKABAR.COM — Hampir dua dekade Abdul Qadir hidup terasing di rumahnya sendiri. Bukan hanya kehidupannya yang berubah, rumah di Blok Cilengkong, Desa Sukalila, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, itu pun perlahan ikut hancur.

Kaca-kaca jendela pecah. Dinding rusak. Lantai rumah bahkan telah berubah menjadi tanah. Bangunan yang seharusnya menjadi tempat berlindung kini nyaris tak lagi menyerupai rumah. Di tempat itulah Abdul menjalani hari-harinya.

Menurut keluarganya, semua bermula setelah Abdul mengalami kecelakaan sepeda motor. Ia terjatuh dan kepalanya membentur aspal. Sejak saat itu, kondisi Abdul berubah. Ia disebut kerap mengamuk dan merusak benda-benda di sekitarnya.

Keluarga kemudian berusaha mencari pertolongan. Abdul pernah dibawa ke sejumlah rumah sakit. Berbagai upaya pengobatan juga dilakukan, termasuk pengobatan nonmedis. Namun, hingga bertahun-tahun berlalu, kondisi yang diharapkan keluarga tak kunjung membaik.