NADIKABAR.COM — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mengungkap hampir 200 bidan terdampak gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kerusakan rumah, hingga kondisi berat.
Ketua IBI Ade Jubaedah mengatakan para bidan tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat meski berada dalam kondisi terdampak bencana.
"Kemarin kami sudah mendapatkan laporan, khususnya para bidan, ada kurang lebih hampir 200 teman-teman bidan yang rumahnya rusak berat," kata Ade dalam keterangan tertulis kepada redaksi Jumat (21/8/2026).
Menurut Ade, sejumlah bidan bahkan tetap membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan di tengah kondisi serba terbatas akibat bencana.
Namun, dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut, adapula bidan yang kembali menjadi korban imbas gempa susulan.
"Teman-teman kami kemarin yang sedang melakukan (pelayanan), walaupun dalam kondisi keterbatasan, kondisi bencana yang serba (terbatas), akhirnya mereka juga tetap membantu karena menjunjung kemanusiaan. Akhirnya ada yang terkena lagi," ujarnya.
"Itulah yang dialami oleh teman-teman kami," sambung Ade.
Ade mengatakan IBI langsung melakukan rapat koordinasi setelah menerima laporan mengenai kondisi para bidan terdampak gempa.
Koordinasi dilakukan dengan mengundang pengurus IBI di wilayah terdampak untuk menginventarisasi kondisi para bidan, termasuk kebutuhan yang diperlukan.
"Kami langsung melakukan rapat koordinasi, mengundang para IBI wilayah untuk mendapat inventarisasi kondisinya, kebutuhan apa," kata Ade.
Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk memastikan bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan para bidan yang terdampak bencana.
IBI juga tengah menghimpun donasi untuk membantu masyarakat, khususnya para bidan yang terdampak gempa.
"Kami saat ini sedang menghimpun donasi untuk masyarakat, khususnya bidan-bidan terdampak," tuturnya.
Selain menghimpun donasi, IBI telah menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya bagi para korban terdampak.
Ade mengatakan dukungan tersebut diharapkan dapat membantu para bidan yang terdampak agar tetap dapat menjalankan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di tengah situasi pascabencana.