Situasi mulai berubah ketika banyak siswa yang izin BAB ke kamar mandi pada jam pelajaran. Kecurigaan telah terjadi keracunan MBG pun mulai muncul. Suprihadiono lantas menghubungi pihak SPPG Mangunan untuk menangani para siswa.
"Tadi pagi karena ada anak-anak sebagian yang belum minum obat, yang kemarin kena diare itu belum minum obat, akhirnya tadi pagi itu pas pembelajaran banyak yang izin ke belakang," ungkapnya.
Pagi tadi saja, 81 siswa SMPN 1 Kabuh dilarikan ke Puskesmas Kabuh, Klinik Pratama Ploso dan Klinik Asy Syifa Ploso. Dari jumlah itu, saat ini 7 siswa harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.
Sedangkan 175 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh menjalani pengobatan mandiri sejak kemarin. Sehingga total korban keracunan MBG di sekolah ini mencapai 256 siswa dan guru.