NADIKABAR.COM — Kemeriahan Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka HUT ke-81 RI di Jember berujung insiden. Pikap yang mengangkut tumpukan sound horeg menyenggol poskamling hingga roboh dan menimpa warga yang tengah menonton karnaval.

Peristiwa yang terjadi di Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Jember, Rabu (26/8/2026) malam itu menyebabkan tiga warga terluka. Kini, polisi turun tangan menyelidiki dugaan kelalaian dalam insiden tersebut.

Kapolsek Rambipuji AKP Eko Yulianto mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga mendalami pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Untuk proses selanjutnya, memang kita melakukan pendalaman, penyelidikan apa-apa yang harus dipertanggungjawabkan oleh panitia maupun perseorangan. Dalam hal ini culpa atau kelalaian, maka kita melakukan penyelidikan proses hukum untuk tindakan-tindakan selanjutnya sesuai SOP dan aturan hukum yang berlaku," tegasnya, Jumat (28/8/2026).

Menurut Eko, pengamanan kegiatan karnaval di wilayahnya sebenarnya telah dimaksimalkan. Namun, pelaksanaan kegiatan di lapangan tetap memiliki batas waktu yang telah ditentukan.

"Memang sekarang ini kan musim ataupun HUT ke-81 RI, maka tiap desa itu melaksanakan budaya, dalam hal ini karnaval. Dan kita sudah maksimalkan untuk pelayanan, pengamanan. Tetapi memang dalam pelaksanaannya, sebenarnya ada batas sampai jam 18.00 WIB," ujarnya.

Insiden terjadi sekitar pukul 21.50 WIB saat rombongan karnaval melintas di Dusun Gumuksari. Sebuah pikap Isuzu Traga bernopol L 8456 AB membawa enam subwoofer sound horeg.

Camat Rambipuji Roni Herman Baza mengatakan sebelum insiden, posisi pengemudi pikap sempat berganti. Rombongan diketahui berangkat dari titik awal sekitar pukul 20.30 WIB.