Menurut dia, perekrutan figur harus dilakukan secara terukur. Partai perlu terlebih dahulu memetakan peluang perolehan kursi sebelum menentukan tokoh yang akan direkrut untuk memperkuat pencalonan.
Ia juga menekankan bahwa penguatan figur harus berjalan beriringan dengan pembenahan struktur organisasi dan konsolidasi kader agar kekuatan partai tidak hanya bergantung pada popularitas seseorang.
"Hanura itu tidak boleh juga membesarkan partai ini tergantung pada figur orang. Ketika orangnya pergi, partainya kempes. Tapi kalau partainya terjaga, figur keluar masuk itu tetap suasananya akan terjaga," ujarnya.
Rio menyampaikan hal tersebut dalam konsolidasi nasional yang diikuti pengurus DPD, DPC, serta anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kunjungan ke Sulawesi Selatan merupakan agenda konsolidasi ke-24 Tim Task Force DPP Hanura.
Di Sulawesi Selatan, Ketua DPD Hanura Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki mengatakan pihaknya telah memantau sejumlah tokoh potensial dan melakukan pendekatan untuk mengajak mereka bergabung dengan partai.