Menurut ia, belum adanya kader Hanura yang menduduki jabatan kepala daerah di kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara pada periode sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi partai untuk memperbaiki proses kaderisasi dan persiapan politik.

"Bahwa yang kemarin kita belum mendapatkan kursi atau menempatkan kader di eksekutif, memang menurut saya kadernya belum ada waktu itu ya. Tidak dipersiapkan untuk menghadapi pemilu eksekutif atau pilkada," ujarnya.

Rio mengatakan persiapan menuju Pilkada 2031 akan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi kader, termasuk melalui survei dan proses pematangan politik yang dimulai sebelum kontestasi tersebut berlangsung.

Ia optimistis upaya konsolidasi dan persiapan kader dapat membuka peluang bagi Hanura untuk menempatkan satu hingga dua kader pada jabatan kepala daerah di Sulawesi Tenggara.

"Melalui survei dan persiapan menuju Pemilu 2029 dan Pilkada 2031, saya meyakini ada satu, mungkin dua, bisa kita dorong untuk diambil," katanya.