NADIKABAR.COM — Sassuolo sedang menjalani rentetan hasil buruk di Liga Italia. Raihan satu poin dari enam laga terakhir membuat Jay Idzes dan kawan-kawan kini ada di peringkat 17 alias ada di batas terakhir zona aman Liga Italia.
Sejak membuat kejutan dengan mengalahkan Juventus 3-2 pada September lalu, Sassuolo menghadapi hari-hari kelabu. Dalam enam pertandingan berikutnya, Sassuolo menelan lima kekalahan dan satu hasil imbang.
Sassuolo bisa menahan imbang AC Milan dengan skor 1-1 namun dilumat Lazio 2-6, kalah 2-4 dari Frosinone, kalah 1-2 dari Monza dan takluk 0-2 dari Como. Dalam rangkaian lima laga tersebut, Jay Idzes absen karena mengalami cedera.
Jay Idzes akhirnya kembali hadir di lapangan pada duel lawan Fiorentina. Namun kehadiran Jay Idzes belum langsung memberikan perubahan nasib bagi Sassuolo.
Pada laga lawan Fiorentina, duel sengit terjadi hingga skor 2-2. Setelah momen itu, Fiorentina bisa mencetak dua gol tambahan yang tidak bisa dibalas oleh Sassuolo.
Dengan hanya meraih satu poin dari maksimal 18 poin yang bisa didapat, Sassuolo pun melorot ke posisi 17. Mereka ada di batas akhir zona aman.
Meski ada di batas akhir zona aman dan terancam masuk zona merah, Sassuolo belum sepenuhnya tertinggal. Mereka hanya tertinggal lima poin dari Torino yang menempati posisi 10 besar.
Artinya, bila Sassuolo ingin menjauh dari zona merah, kesempatan masih terbuka lebar saat ini. Syaratnya, tentu saja Sassuolo harus secepatnya bangkit dari rentetan hasil buruk.
Di laga berikutnya, Sassuolo akan menghadapi AS Roma. Laga ini jelas tak akan mudah namun Sassuolo bisa memaksimalkan keunggulan kebugaran karena Roma harus bertarung lawan Manchester United terlebih dulu di pertengahan pekan ini.