NADIKABAR.COM — Selama 16 tahun, Amin bekerja sebagai pengayuh becak di jalanan Kota Cirebon. Penghasilannya pun tak menentu. Kadang, sampai sore dia hanya membawa pulang sekitar Rp50 ribu.

Kini, Amin punya kendaraan baru untuk mencari penumpang. Bukan lagi becak yang harus dikayuh dengan tenaga kaki, melainkan becak listrik.

Amin menjadi salah satu tukang becak yang menerima becak listrik di Kota Cirebon. Becak-becak baru itu berjajar rapi di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (4/9/2026).

Di balik tampilan kendaraan barunya, ada harapan Amin agar pendapatannya ikut berubah. "Ya harapannya bisa lebih baik lah," kata Amin sembari memegang becak listrik yang baru ia terima.

Pria berusia 57 tahun itu mengaku sudah bekerja sebagai tukang becak sejak 2010. Biasanya dia mencari penumpang di kawasan Samadikun, Kota Cirebon.

Selama menggunakan becak manual, Amin harus mengandalkan kekuatan kaki untuk mengantar penumpang. Penghasilannya pun tidak bisa dipastikan setiap hari. "Ya enggak tentu. Kadang sampai sore itu Rp50 ribu," ujarnya.

Karena itu, becak listrik menjadi sesuatu yang cukup berarti bagi Amin. Dia bisa membawa penumpang tanpa harus mengayuh sekuat tenaga. "Mungkin jadi enggak terlalu capek," katanya.

Menurut Amin, peminat becak sebenarnya masih ada. Penumpangnya pun bukan hanya warga Cirebon. Ada pula tamu hotel yang menggunakan jasanya untuk berkeliling kota.