Berbeda dengan hari-hari sebelumnya operasi menggunakan bahan NaCl cair (liquid). Namun pada operasi hari ini petugas menyemai sebanyak 1 ton NaCl bahan garam halus (powder).

​"Kami berharap hasilnya bisa maksimal sehingga curah hujan yang turun cukup banyak untuk menekan kekeringan sekaligus polusi udara di DKI Jakarta," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Ia menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca di langit Jabodetabek telah dilakukan sejak 18 September 2026.

Dan penyemaian awan pada 25 September 2026 merupakan hari terakhir untuk melakukan modifikasi cuaca karena pertumbuhan awan diprediksi menipis akhir pekan ini.

β€œSeperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, mulai 26 September potensi pertumbuhan awan cukup rendah. Jadi harapannya garam NaCl yang ditabur selama sepekan terakhir bisa memicu awan hujan dalam waktu dekat,” kata dia.