Analis pasar mengaitkan lonjakan harga tersebut dengan gangguan berkelanjutan pada pengiriman LNG dari kawasan Teluk dan meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat mengalami eskalasi setelah pemilu sela AS, yang akan semakin membatasi pasokan global.

Menurut Trading Economics, perkiraan cuaca yang lebih dingin dari biasanya di sebagian wilayah Eropa dan Asia berpotensi meningkatkan permintaan pemanas serta meningkatkan persaingan untuk kargo LNG antara kedua kawasan tersebut, sehingga semakin mendorong kenaikan harga gas alam.