"Karena harga sudah naik rata-rata petani mulai menjual minyak nilam mereka, saya saja dalam dua minggu terakhir menyerap minyak nilam 1,3 ton," ujarnya.

Ia menjelaskan, harga minyak nilam ini tidak bisa diprediksikan apakah terus bertahan pada angka Rp1,8 juta. Bahkan, bisa saja kembali naik atau turun lagi.

"Harga belum bisa kita pastikan terus naik, bisa saja nanti atau besok kembali turun karena tiga hari lalu sempat bertahan di angka Rp2,2 juta, harapan kita kan terus naik sehingga petani di nilam di Aceh Jaya kembali berjaya," kata Sudirman.