Komponen inti (core inflation) pada periode yang sama mengalami inflasi sebesar 0,10 persen dengan andil 0,06 persen. Salah satu pendorong utamanya berasal dari biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi.

Adapun komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) mencatat inflasi yang sangat rendah atau mendekati nol. Bensin memberikan andil inflasi, sedangkan tarif angkutan udara memberikan andil deflasi.

Dari sisi wilayah, 36 provinsi mengalami inflasi bulanan pada September 2026, sedangkan dua provinsi mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 3,53 persen. Sementara deflasi terdalam tercatat di Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35 persen.