Pertamina memproyeksikan penyaluran Pertalite sepanjang 2026 mencapai sekitar 29,18 juta KL, atau 1,7% di atas kuota.
Kenaikan konsumsi juga dipengaruhi pertumbuhan ekonomi semester I 2026 di kisaran 5-5,6%, aktivitas industri, logistik, ekspor-impor, transportasi, bertambahnya kendaraan pribadi, pariwisata domestik, serta musim panen dan melaut.
Meski konsumsi berpotensi melampaui kuota, pemerintah belum berencana menaikkan harga Pertalite.
Bahlil mengatakan pemerintah masih menghitung potensi kelebihan kuota dan memantau perkembangan kondisi global. Kepastian yang diberikan, harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai Desember 2026.
Selain Pertalite, penyaluran Solar subsidi dan LPG 3 kg juga diproyeksikan berpotensi melampaui kuota. Hingga akhir Juli, Solar subsidi telah tersalur 11,18 juta KL dari kuota 18,36 juta KL, sedangkan LPG 3 kg mencapai 5,05 juta ton dari kuota 8 juta ton.