NADIKABAR.COM — Harga tanah dan properti di Bali yang terus meningkat dinilai belum sebanding dengan kemampuan pendapatan masyarakat lokal. Pemerintah pun diminta memperkuat penyediaan hunian terjangkau bagi pekerja lokal.
Pengamat ekonomi dari Universitas Warmadewa (Unwar), Putu Ayu Sita Laksmi, menilai kondisi tersebut belum ideal secara ekonomi. Sebab, terdapat kesenjangan yang makin besar tim redaksi harga aset properti dan kemampuan pendapatan masyarakat lokal Bali.
"Kita sendiri mengetahui bahwa Bali menghadapi persoalan ketika harga tanah dan properti ini terus meningkat, tetapi pertumbuhan pendapatan pekerja di Bali sendiri tidak selalu mampu mengimbangi kenaikan daripada biaya hidup yang ada ya, khususnya dalam biaya hunian," ujar Sita ketika dihubungi NadiKabar, Senin (14/9/2026).