NADIKABAR.COM — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berharap peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional menjadi momentum untuk menciptakan lingkungan yang inklusif serta ramah disabilitas, sehingga anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung mereka berkembang optimal.

"Mendorong terciptanya lingkungan keluarga, pendidikan, layanan publik, dan masyarakat yang inklusif serta ramah disabilitas, sehingga anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu dalam "Kampanye Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026", di Jakarta, Rabu.

Pihaknya juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dan penyelenggara layanan dalam menggunakan dan memahami bahasa isyarat, sehingga akses komunikasi tidak menjadi hambatan bagi anak untuk memperoleh hak dan layanan.