Lebih lanjut, Lisa menjelaskan bahwa upaya mendekatkan tradisi tanpa sekat ini tidak berhenti pada urusan estetika, melainkan juga kenyamanan.
"Karena orang Indonesia pasti pakai bajunya tuh yang baju yang nyaman. Dan itu juga di mana kita gunakan batik di baju di kostum di rumahan itu," kata Lisa.
"Dari tarian mereka itu udah memperlihatkan beberapa di mana tarian-tarian itu kita konfigurasikan dengan ada jazz dan juga ada tradisional gitu. Bahkan ada beberapa koreografi itu kita ambil dengan tema gotong royong Indonesia. Di mana gotong royong Indonesia kan ada tari dari Manggarai Timur, terus ada tari Saman dari Aceh gitu," kata Lisa.
Peleburan seluruh unsur budaya ini akhirnya ditutup secara utuh melalui sajian lagu berjudul "Riuh Jakarta". Aransemen tersebut dirancang sejak awal oleh tim produksi untuk memotret realitas kehidupan sehari-hari sekaligus mengangkat nilai kebudayaan lokal, seperti sikap saling membantu dan semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat.