NADIKABAR.COM — Malam Jumat kedua September 2026 sudah tiba. Apakah pasarannya?

Dirujuk dari Serat Wulangreh: Akulturasi Agama dan Budaya Lokal oleh Mustopa, kalender Jawa tidak hanya memiliki hari biasa yang berjumlah 7, tetapi juga hari pasaran. Jumlahnya 5, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Ketika keduanya disatukan, pembaca mendapatkan weton. Total, ada 35 kombinasi weton yang dihasilkan dari perpaduan hari biasa dan pasaran Jawa. Contohnya adalah Kamis Legi, Jumat Wage, dan Minggu Pon.

Weton-weton ini, oleh orang Jawa, digunakan untuk berbagai hal. Di antaranya adalah meramal kecocokan jodoh, memprediksi sifat seseorang, menentukan tanggal terbaik pindah rumah, dan menjalankan ritual khusus.

Lebih lanjut, malam Jumat dianggap sebagai momen sakral oleh orang Jawa. Karenanya, tidak mengherankan jika weton malam Jumat banyak dicari. Jadi, hari ini malam Jumat apa? Cek paparannya di bawah ini!

Dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama, Jumat, 11 September 2026 memiliki pasaran Legi. Dengan demikian, hari ini adalah malam Jumat Legi.

Kenapa tidak mengikuti pasaran Kamis? Bukankah nanti malam masih masuk hari Kamis?

Arwin Juli Rakhmadi Butar dkk dalam Book Chapter Astronomi Islam Volume II menjelaskan bahwa pergantian hari kalender Jawa terjadi saat Matahari terbenam. Itu artinya, terhitung sejak waktu maghrib hari Kamis, Jumat sudah dimulai. Karenanya, pasaran malam ini mengikuti Jumat, 11 September 2026.

Di samping weton, ada beberapa informasi penting lain berkenaan dengan Jumat, 11 September 2026 yang perlu pembaca ketahui. Cek selengkapnya dalam poin-poin berikut:

Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo menjelaskan bahwa Jumat, 11 September 2026 masuk wuku Manahil. Menurutnya, Jumat Legi wuku Manahil adalah hari yang baik.

"Pada hari Jum'at Legi di wuku ini adalah hari yang baik untuk semua jenis pekerjaan, bahkan untuk bepergian dalam sekejap banyak rezeki yang siap menanti," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima NadiKabar.

Seperti sudah disebut di atas, pangarasan Jumat Legi adalah Aras Tuding. Apa maknanya?

Sebelumnya, pembaca perlu tahu bahwasanya pangarasan adalah pengelompokan watak manusia berdasarkan hitungan hari lahir. Dengan mengetahui pangarasan, pembaca bisa meramal karakter seseorang.

Bagaimana dengan Aras Tuding? Menurut Ki Totok, Aras Tuding adalah pribadi yang sering mendapat kesempatan. Tetapi, juga bisa tertuding hal negatif.

"Artinya sering ditunjuk dalam hal yang positif yang bisa menjadi peluang atau kesempatan. Misalnya dalam suatu organisasi, biasanya orang tersebut berpeluang menduduki jabatan tertentu atau memiliki posisi yang sangat strategis," terang Ki Totok.

"Namun demikian, terkadang dia juga bisa terkena tudingan dalam hal negatif," lanjutnya.

Dalam budaya Jawa, weton bisa dipakai untuk mengetahui watak seseorang. Jadi, seperti apa watak orang yang lahir pada Jumat Legi?

Dilihat dari tesis Sagita Putri Murtanti bertajuk Astrologi Jawa (Weton) di Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo Toroh Grobogan (Telaah Sufistik), Jumat Legi adalah pribadi yang suka bepergian. Mereka tidak suka berdiam diri lama di rumah.

Karakter lain Jumat Legi adalah santai dan cenderung lambat. Dibanding berjanji, Jumat Legi lebih senang bermusyawarah.

Mama Flo dalam bukunya, Primbon Praktis, menyebut pemilik weton Jumat Legi adalah sosok tak berpendirian. Mereka tidak suka disaingi, juga tidak pernah puas atas hal apa pun.

Tak berhenti di watak, weton Jawa bisa dipakai meramal nasib hidup. Diambil dari buku Primbon Pawukon Bayi Lahir tulisan Sutikno dkk, begini alur kehidupan Jumat Legi:

Akhir kata, hari ini adalah malam Jumat Legi. Memilih percaya atau tidak terhadap sederet ramalan di atas tentu dikembalikan pada keyakinan masing-masing. Semoga bermanfaat!