Meski sudah dinyatakan aman, Ari menegaskan, proses pembasahan atau mopping up terus dilakukan. Dirinya menyebut, tim di lapangan tetap memantau melalui drone untuk mendeteksi titik asap yang tidak terlihat secara kasat mata."Tetap kita monitor, ketika ada titik-titik asap yang tidak bisa kita baca lewat drone biasa, langsung kita antisipasi," imbuhnya.
Selain kabar baik dari Blok C, area Blok D juga menunjukkan perkembangan yang baik. Saat ini, pemadaman di Blok D dilaporkan sudah mencapai lebih dari 90 persen.
"Kemudian yang di Blok D, ini dari kemarin sudah menunjukkan progres yang sangat luar biasa, artinya sudah 90 persen lebih. Hari ini tim Damkar dan tim DLH juga sudah bergerak. Ada beberapa titik di Blok D ini yang juga kita monitor, kemudian kita basahi," bebernya.
Ari mengatakan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus bersinergi melakukan pembasahan di titik-titik tersisa dengan bantuan dua unit ekskavator.
"Kita juga dibantu alat berat ekskavator dari Dinas Lingkungan Hidup yang mengerahkan dua unit, kemudian dibantu tim helper juga dari Dinas Pemadam Kebakaran. Untuk area yang di Blok D itu ada, kemudian di Blok B yang sebelah timur, barat, dan selatan ini tetap kita tangani, terutama yang mengamankan jalur sutet yang ada di lokasi Putri Cempo," ungkapnya.