"Hari Olahraga Nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bukan merupakan hari libur," isi ayat (2) keppres yang sama.

Dilansir laman resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, pada 1948, Indonesia mengirimkan sederet atlet untuk bertanding dalam Olimpiade Musim Panas XIV di London. Namun, partisipasi para atlet ditolak karena kemerdekaan Indonesia belum diakui sepenuhnya.

Indonesia merespons dengan mengadakan konferensi darurat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI). Kala itu, PORI diketuai oleh Widodo Sastrodiningrat. Tujuan konferensi PORI adalah mencegah kembali ditolaknya atlet Indonesia dalam ajang olimpiade selanjutnya.

Siapa sangka, konferensi tersebut memunculkan ide Pekan Olahraga Nasional (PON). PON kemudian digelar pada 9-12 September 1948 di Surakarta dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku ketua penyelenggara.

Menurut catatan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), PON pertama Indonesia ini diikuti 600 atlet dari 13 daerah. Sebanyak 9 cabang olahraga diselenggarakan, memperebutkan 108 medali. Penyelenggaraan PON inilah yang kemudian mendorong ditekennya Keppres RI Nomor 67 Tahun 1985.

Sejauh penelusuran detikJogja di laman resmi Kemenpora pada Selasa (8/9/2026) pukul 09.44 WIB, Kemenpora belum merilis tema Haornas 2026.