Imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi wisatawan yang berkunjung ke Bromo, tetapi juga seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Septi menegaskan, kewaspadaan terhadap potensi karhutla tidak hanya diterapkan di kawasan Bromo. Kondisi serupa juga menjadi perhatian di kawasan Semeru, termasuk jalur pendakian dan kawasan Ranu Kumbolo yang memiliki vegetasi kering pada musim kemarau.

"Jadi tidak cuma yang di kawasan Bromo. Kita juga ada kawasan Semeru. Di sana kondisinya sama, kering, di sana ada savana. Yang melakukan pendakian Ranu Kumbolo, kami juga mengimbau kepada semuanya untuk berhati-hati sekali terhadap penggunaan api," katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah wisatawan setelah pembukaan kembali Bromo, terutama hingga akhir pekan, TNBTS tetap memberlakukan kuota kunjungan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Petugas juga ditempatkan di sejumlah pintu masuk serta dikerahkan secara mobile untuk melakukan pengawasan di lapangan.

"Kami tetap membuka kuota sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Kemudian kami tempatkan petugas-petugas yang ada di pintu masuk dan juga petugas yang mobile. Mereka melakukan patroli di lokasi-lokasi tadi, termasuk di lokasi-lokasi yang dikunjungi oleh wisatawan," pungkas Septi.