NADIKABAR.COM β€” Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa Indonesia mengembangkan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel untuk menghadapi gejolak geopolitik.

β€œPengembangan program-program tersebut, termasuk biofuel, mendapatkan momentum akibat konflik yang saat ini terjadi di Timur Tengah,” ucap Hashim dalam acara Indonesia International Sustainability Forum yang digelar di Jakarta, Selasa.

Hashim menyoroti betapa rapuhnya rantai pasok energi akibat ketergantungan dengan impor dari negara-negara Timur Tengah.

Kondisi ketergantungan impor energi dari negara Timur Tengah, tutur Hashim, juga menyebabkan kerentanan perekonomian bagi Indonesia.