"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault )," kata Wijayanto dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Meskipun berpusat di laut, BMKG memastikan guncangan tektonik ini tidak memicu gelombang tinggi. Pemodelan menunjukkan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), guncangan dirasakan pada skala intensitas III MMI di Sumbermanjing Wetan (Malang), Gedangan (Malang), serta Puger (Jember). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.