"Pemilihan ini sama dengan Muktamar di Lampung, bahwa rapat AHWA dipimpin mantan Rais Aam, KH Ma'ruf Amin. Mekanisme yang digunakan di dalam musyawarah AHWA tadi adalah musyawarah mufakat yang sesuai perintah Al-Qur'an dan sesuai sila keempat Pancasila," jelasnya.

Dengan begitu, Kiai Miftachul Akhyar kembali terpilih menjadi Rais Aam PBNU. Sebelumnya, Kiai Miftach menjabat Rais Aam hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Setelah mengumumkan Rais Aam, Kiai Anwar Iskandar selanjutnya mengumumkan Ketum PBNU terpilih. KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU periode 2026-2031.

"Anggota Ahlul Halil Wal Aqdi (AHWA) memutuskan secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031," kata Kiai Anwar Iskandar membacakan sidang pleno.

Terpilihnya Gus Kikin ini melalui sejumlah proses yang terjadi di muktamar. Awalnya, para muktamirin menggelar pemilihan suara untuk menyaring lima besar calon Ketum PBNU. Dari perolehan itu, Gus Kikin meraih peringkat pertama dengan 472 suara.