Kekurangan dalam pola transisi ini jadi penyebab Indonesia kembali kebobolan. Luksemburg mencetak gol di menit ke-23 lewat skema terbuka.

Indonesia sempat tertimpa petaka ketika sang kiper ditarik keluar akibat berbenturan keras dengan pemain lawan di menit ke-25. Namun situasi ini dijawab dengan gol balasan oleh Indonesia.

Namun setelah itu, Luksemburg bermain lebih sporadis. Serangan demi serangan berbuah gol untuk wakil Eropa di menit ke-29 dari tendangan jarak jauh.