Menurut Kiswanto, warga kemudian berinisiatif meminta bantuan seseorang yang memiliki senapan yang biasa dipakai untuk berburu. Langkah itu diambil karena celeng yang diperkirakan berbobot sekitar 90 kilogram itu dinilai terlalu besar untuk ditangkap dengan tangan kosong.
"Masalahnya ukuran babinya kan besar, ya babi 90-an kilogram. Jadi kalau ditangkap secara manual kan tidak mumpuni. Jadi berinisiatif untuk pakai senapan," ujarnya.
Celeng tersebut ditembak satu kali di bagian kepalanya dari jarak sekitar 20 meter. Setelah terkena tembakan, hewan itu langsung ambruk dan mati.
"Setelah ditembak babinya langsung mati. Akhirnya dibawa teman-teman ke luar," imbuhnya.